Pelaksanaan kegiatan sertifikasi kompetensi pemandu geowisata, di Desa Bantarkaret, Pongkor, Kabupaten Bogor. Dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Juni 2024, bekerja sama antara Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia/PGWI, LSP Pramindo dan difasilitasi oleh PT Anta, Tbk.
Diikuti oleh 20 orang peserta (asesi) yang berasal dari wilayah Kabupaten Bogor, diantaranya di bawah binaan Badan Pengelola Geopark Pongkor, Kabupaten Pongkor. Dalam penyampaiannya, perusahaan BUMN ini berhadapa ada sinergi dan bisa berkolaborasi dengan para pemandu. Bertujuan peningkatan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja seluas-luasnya.
Telah dilaksanakan kegiatan sertifikasi profesi, skema pemandu geowista di dua tempat di Bandung Raya. Tanggal 22 Juni 2024 di Cidadap, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kemudian disusul di Tahura Ir. Djuanda Bandung. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan penyetaraan kompetensi, mencapai standar nasional untuk para pemandu geowisata.
Kegiatan ini terlaksana melalui anggaran dari sekretariat Badan Nasional Sertifikasi Profesi/BNSP, melalui paket Program Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) tahun anggaran 2024. Dilanjutkan melalui LSP Pramuwisata Indonesia (LSP Pramindo), bekerja sama dengan Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI), sebagai pengguna anggaran. Dalam pelaksanaanya dibantu oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat, melalui Bidang Industri Pariwisata yang menaungi sumber daya manusia.
Pelaksanaan program PSKK 2024 ini diserap oleh PGWI sebanyak 6 paket, yang terdiri dari 120 peserta (asesi). Disebarkan melalui jejaring organisasi Dewan Pengurus Wilayah di provinsi Jawa Barat, diantaranya di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bogor, Kota Bandung dan Kabupaten Majalengka. Pelaksanaan pertama di TIC BKSDA, Cagar Alam Pangangandaran, sejumlah 20 orang. Kemudian tanggal 22 Juni 2024 di Balai FP2KC, yang diikuti oleh pegiat, pemandu geowisata sekitar Kabupaten Bandung Barat. Semua kegiatan dilaksanakan melalui jejaring Dewan Pengurus Wilayah/DPW Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia.
Rangkaian selanjutnya di Tahura Ir. Djuanda, Dago Pakar, Bandung. sebelumnya dilaksanakan kegiatan pelatihan, 22 Juni 2024 disekitar wilayah Tahura. Kegiatan dibuka oleh perwakilan dari UPTD Tahura Ir. Djuanda, dilanjutkan oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung. Pelatihan mengambil tempat di kawasan Tahura, dari Sekejolang hingga ke gerbang Gua Belanda. Hadir narasumber dalam kegiatan ini diantaranya T Bachtiar, memberikan narasi yang berkaitan dengan toponimi di wilayah yang dilalui. Menjelaskan tafsir Ci Kapudung, yang diambil nama tumbuhan di sekitar bantaran sungai.
Fajar Lubis, dan dibantu oleh Zarindra Aryadimas menguraikan asal-usul pembentukan lava Pahoehoe di bantaran Ci Kapudung sektiar Sekejolang. Lava produk G. Tangkubanparahu yang mengalir hasil kegiatan letusan efusif. Jejak letusan sekitar 40 ribu tahun yang lalu. Kegiata pelatihan berupa hiking mengikuti bantaran Ci Kapundung, mulai dari Sekejolang, hingga Gua Belanda. Sesi terakhir disampaikan teknik pemanduan, oleh Hadi yang berprofesi sebagai tour guide profesional.
Hasi kegiatan pelatihan, kemudian dibawa dalam kegiatan sertifikasi. Dilaksanakan dan dibuka di ruang audio visual UPTD Tahura Ir. Djuanda. Diikuti oleh 40 orang peserta (asesi), berasal dari pegiat dan pemandu disekitar Bandung Raya dan luar kota Bandung. Diantaranya perwakilan Dewan Pengurus Wilayah Bekasi Raya, Majalengka Raya yang mengirmkan beberapa perwakilan. Kegiatan ditutup pkl. 15.00 WIB, melalui beberapa testimoni peserta. Menyataan sangat bersyukur membuka jaringan, silturahmi hingga mengenal geowisata lebih jauh. Ditandaskan oleh Deni Sugandi, selaku ketua Pemandu Geowisata Indonesia, Pengurus Nasional, mengajak seluruh peserta untuk bergabung dalam wadah organisasi. Dengan demikian para pemandu geowisata tetap terpelihara kompetensinya, kemudian sebagai saraha silaturahmi jejaring pemandu geowisata di Indonesia. Dengan demikian para pemandu yang telah memiliki standar nasional, diupayakan haknya agar bisa diterima diindustri pariwisata Indonesia.
Penjelasan T Bachtiar, mengenai pembentukan Lava Pahoehoe.Penjelasan Fajar Lubis, tentang geologi regional.Zarindra Aryadimas, menjelaskan aliran lava G. Tangkubanparahu yang mengisi dasar Ci Kapundung.Kegiatan sertifikasi Pemandu Geowisata di aula UPTD Tahura Ir. Djuanda, 23 Juni 2024.Foto bersama asesi dan asesor.Asesi, Asesor LSP Pramindo dan perwakilan dari Disparbud Provinsi JabarKegiatan asesmen sertifikasi skema Pemandu Geowisata di KBB
Seiring dengan kegiatan sertifikasi skema Pemandu Geowisata, melalui bantuan progam PSKK 2024, BNSP. Bekerja sama antara asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Pengurus Nasional, Bidang Indutri Pariwisata Disparbud Jabar, dan Dinas Parbud Kab. Pangandaran, melaksanakan kegiatan sertifikasi. BNSP menunjuk LSP Pramuwisata Indonesia, sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi.
Dihadiri oleh 20 asesi (peserta) yang tersebar di wilayah Kabupaten Pangandaran, baik dari wilayah sekitar Cijulang, Cimerak, Parigi hingga sebagian besar di Pantai Pangandaran. Kegiatan Sertifikasi ini dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2024, mulai pukul 08.00 WIB., di TIC Cagar Alam Pangandaran. Acara dibuka oleh Kepala Resor, Kabid Ekraf Disparbud Kabupaten Pangandaran.
Sebagai tindak lanjutnya adalah menghimpun profesi pemandu geowisata dalam satu wadah. Dengan tujuan untuk mempersiapkan SDM unggul, berdaya saing dan memiliki kompetensi yang terus dipelihara. Kemudian dibentuk perpanjangan tangan asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia di wilayah Pangandaran.
Dengan demikian para pelaku pemandu geowisata, bersepakat untuk membentuk Dewan Pengurus Wilayah Pangandaran Raya. Meliputi sebagian besar Kabupaten Pandandaran, sebagian selatan Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupanten Banjar. Perluasan wilayah tersebut berdasarkan dari ciri tema dan sejarah pembentukan bumi yang sama.
Musyawarah dilaksanakan setelah kegiatan sertifikasi selesai, pukul 15.30 WIB, di pusat Informasi Resor Konservasi Wilayah XXI Pangandaran. Diharidi oleh ketua Dewan Pengurus Nasional, Deni Sugandi, dan para pemandu wisata, geowisata, snorkeling dan body rafting.
Dibuka oleh Deni Sugandi, menyampaikan pentingnnya berkolaborasi, dalam wadah perkumpulan untuk peningkatan kapasitas SDM pemandu geowista di Pangandaran. Tujuan organisasi PGWI diantaranya sebagai wadah bersama dan menjadi mitra pemerintah daerah. Dalam musyarah tersebut disepakati secara aklamasi memilih nama pengurus yang diberikan amanah. Ketua terpilih PGWI DPW Pangandaran Raya adalah Ipik Taupik, kemudian sekretaris Poniman, dan bendahara Lilis Lydianti.
Kegiatan ditutup dengan harapan pendirian organisasi ini mendukung pengembangan geowisata di kawasan Pangandaran dan sekitarnya, termasuk mempersiapkan SDM pariwisata untu mendorong Tamanbumi Nasional Pangandaran.
Kegiatan yang diinisiasi oleh asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI), melalui kegiatan mandiri-probono. Dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Juni 2014. Berupa pelatihan singkat, bagi para pegiat, pemandu lokal dan pegiat konservasi lingkungan di kawasan Perbukitan Karst Padalarang. Bertujuan mempersiapkan para calon peserta, yang akan diikut sertakan dalam kegiatan sertifikasi skema pemandu geowisata. Pelaksanaanya di hari sabtu, 22 Juni 2024, di Aula FP2KC Cidadap, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. kegiatan pelatihan dilaksanakan di Pasir Pawon, atau saat ini dikenal dengan Wisata Stone Garden, di Citatah, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Pelatihan dimulai pukul 07.00 WIB dan diahiri hingga menjelang sore, bertempat di sekitar Pasir Pawon, Citatah, Padalarang. Diikuti oleh 20 orang lebih, dari pegiat, pemandu lokal, pelaku konservasi kawasan Citatah, hingga mahasiswa pariwisata. Kegiatan dibuka semi formal oleh Deni Sugandi, selaku Ketua PGWI Pengurus Nasional. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Dinas Pariwisata Budaya, Kabupaten Bandung Barat diwakili Ukas Maulana, Jabatan Fungsi di Pemasaran Pariwisata. Menyatakan ucapan terima kasih kepada organisasi (PGWI), yang telah memberikan kesempatan kepada para pegiat geowisata di bawah wilayah kerja dinas pariwisata Kabupaten Bandung Barat. Ditambahkan pula, bahwa wilayah KBB sangatlah luas, sehingga perlu untuk digali potensinya untuk kemaslahatan warga/pelaku lokal melalui geowisata.
Narasumber yang hadir berasal dari organisasi PGWI. Dimateri pertama, Deni Sugandi menyampaikan dasar-dasar pengertian sejarah bumi. Khususnya genesa perbukitan karst Citatah, Padalarang. Deni menyampaikana pengertian geowisata, sebagai dasar berkegiataan wisata. Seperti diobjek geowisata Pasir Pawon, berupa puncak bukit yang dihiasi oleh kerucut karst hasil kegiatan pelaturan sekitar lima juta tahun yang lalu. Selain itu didapati bukti binatang laut yang tercetak difragmen batugamping, berupa fosil kerang, branching dan sebagainya. Dalam kesempatan pemberian materi, Deni menjelaskan geologi regional kawasan Karst Citatah, merupakan bukti batuan tua homogen yang membatasi bagian barat Cekungan Bandung.
Dalam pelatihan ini ditandaskan perlunya menggali narasi, yang sifatnya informasi valid. Seperti mencari data melalui hasil penelitian, kemudian dirangkum menjadi sumber narasi atau story telling dalam kegiatan pemanduan geowisata. Dengan demikian diperlukan kemampuan untuk menggali informasi valid, melalui data penelitian, wawancara ahli dan mencari diingatan kolektif masyarakat. Narasi geowisata bisa berupa data ilmiah tentang prose dinamika bumi, cerita rakyat yang memiliki hubung kait dengan tapak bumi yang dikunjungi.
Selanjutnya, Sodikin Kurdin dan Adrian Agoes mengarahkan para peserta pelatihan, praktek pemanduan. Lokasi mengambil tempat di Pasir Pawon/Stone Garden, dengan cara praktek bergantian. Beberapa peserta memiliki kemampuan untuk merangkai cerita, tetapi ada pula yang perlu mencari data yang valid. Partisipan merasa terbantu melalui pelatihan ini, karena mendapatkan langsung teknis pemanduan melalui kegiatan praktek. Kegiatan ini dikondisikan untuk menghadapi kegiatan sertifikasi, yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2024, di Balai FP2KC, Cidadap, Padalarang, Kabupatan Bandung.
Simulasi pemanduan geowisata di Pasir Pawon.Praktek pemanduan geowisata.
Telah dilaksanakan kegiatan dengan tema geowisata, di aula ruang publik, kantor Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat (7/6, 2024). Pertemuan ini difasilitasi oleh Bidang Destinasi Pariwisata, melalui kehadiran langsung Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Disparbud Jabar yaitu ibu Ani Widianti. Acara dimulai pukul 16.30 WIB hingga 18.00 WIB. Di tempat yang sama dalam waktu sebelumnya, telah di launching oleh Kadis Parbud Jabar. Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Geowisata di lima Kabupten/Kota Jawa Barat, mulai tanggal 19 Juni di Kab. Pangandaran hingga tutup bulan.
Dalam kesempatan ini hadir para narasumber, mewakili para penulis geowisata. Diantaranya hadir Deni Sugandi, penulis buku Kaldera Sunda: Jejak Plinian di Pringan (2024), Gangan Jatnika penulis buku Lingkung Gunung Bandung#1 (2024). Sebagai penanggap diskusi adalah hadir T Bachtiar, penulis dan pegiat geowisata. Kegiatan ini sebagai upaya sosialisasi geowisata Jawa Barat, yang diinisiasi oleh asosiasi Pemandun Geowisata Indonesia (PGWI), bekerja sama dengan Disparbud Jawa Barat.
Kegiatan dilaksanakan di ruang publik, kantor Disparbud Jawa Barat. Dihadiri oleh lebih dari 50 orang, dari unsur para pegiat, pemandu, pengelola destinasi wisata hingga dari kampus.
Diskusi dibuka oleh Deni Sugandi selaku moderator, memberikan tema atau batasan diskusi tentang geliat geowisata di Jawa Barat. Melalui penerbitan karya intelektual penyusunan buku, tentang geowisata diseputaran Cekungan Bandung. Geowisata adalah aktifitas wisata yang berlandaskan tentang sejarah bumi, fitur bentang alam, hingga proses dinamik bumi yang sedang terjadi kini. Deni menambahkan bahwa saat ini geowisata telah memiliki nilai ekonomi, melalui pemberdayaan lokal sebagai pemilik wilayah.
Deni memberikan gambaran tentang buku Kaldera Sunda, sebagai bukti letusan gunungapi. Melalui buku tersebut, Deni menelusuri kembali jejak-jejak bukti material letusan.
Dalam pemaparan singkat, T Bachtiar menyampaikan bahwa narasi tentang kebumian telah banyak ditulis. Baik melalui penerbitan buku, artikel, hingga aktivitas yang bertemakan tentang geowisata. Narasi-narasi tersebut telah dibunyikan oleh para pegiat, seperti yang dilakukan Bachtiar melalui komunitas Geotrek Matabumi.
Menurut Bachtiar, narasi tersebut sebagai dasar dalam kegiatan geowisata. Digunakan oleh para pemandu, untuk mempresentasikan bentang alam, hingga proses bumi yang terus berlangsung hingga kini. Sehingga Bachtiar menegaskan bahwa pemerintah, melalui dinas pariwisata tidak perlu repot-repot membuat kajian karena data sudah disediakan oleh pegiat dan komunitas geowisata.
Diskusi dilanjutkan oleh paparan singkat dari Kabid Destinasi Pariwisata, yang mengatakan begitu pentingnya pengelolaan sampah di destinasi geowisata. Ibu Ani Widiani tidaklah begitu setuju dengan objek wisata dadakan, seperti pengemasan wisata melalui bentuk platform yang dihiasi oleh tulisan-tulisan ataupun bentuk yang kurang mendukung. Karena menut Ani, alam sudah memberikan keindahannya sehingga di objek wisata tidak perlu lagi dipasang seperti bentuk kupu-kupu atau lain sebagainya. Begitu juga dengan pengelolaan di destinasi taman bumi (Geopark) di Jawa Barat, Nia menegaskan perlunya pengelolaan dan perencanaan pembangunan destinasi yang baik. “Saya dulu bertugas di Bappeda Jabar, sehingga tahu betul pentingnya pengelolaan destinasi” tegasnya.
Penyaji berikutnya mengetengahkan gunung-gunung yang melingkupi Cekungan Bandung. Ganggan Jatnika menguraikan upaya menulis, melalui pengumpulan data, hingga mengkompilasinya menjadi satu buku. Buku ini merupakan edisi pertama yang memuat sebagian gunung yang ada di luar lingkar Cekungan Bandung, sebutannya.
Sebagai penutup dalam diskusi, Deni memberikan catatan bahwa perlu penggalian narasi-narasi yang berkaitan dengan geowisata. Baik dilakukan perorangan, komunitas hingga perlunya dukungan lembaga khususnya pemerintahan. Selebihnya adalah perlunya dukungan pemerintah, agar para pegiat geowisata ini bisa diberikan tempat untuk mendorong pergerakan ekonomi melalui wisata berbasis kebumian.
Buku sebagai sumber informasi, berisi ribuan pinjaman kata-kata dari buku sebelumnnya. Dikumpulkan dan disusun menjadi tafsir baru, seperti yang digarap dalam Kaldera Sunda: Letusan Plinian di Priangan, dan Lingkung Gunung Bandung#1.
Narasi tersebut sebagai bahan “story telling”, mengungkapkan bentukan alam yang tersaji saat ini. Berupa bentang alam, fitur hingga proses dinamika bumi yang terus aktif hingga kini. Dalam bentuk gunungapi meletus, gempa, longsor yang menata wajah Priangan.
Mari bergabung dalam acara Bincang Buku Geowisata, mengupas dua buku penerbitan tahun 2024. Tentang jajaran pegununungan dan perbukitan yang mengepung Cekungan Bandung, serta kisah sejarah pembentukan gunungapi kelas letusan katastropik di utara Kota Bandung.
Hari/Tanggal Jumat, 7 Juni 2024
Waktu Pkl. 15.30 WIB sd. 18.00 WIB
Venue Ruang Publik Seni Kreatif Disparbud Jawa Barat https://maps.app.goo.gl/LuHh7h4JJdfui2An6
Tentang kegiatan Dinisiasi oleh asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI). Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat. Bertujuan syiar geowisata di Jawa Barat dan menjalin silaturahmi pegiat, praktisi, pemandu geowisata.
Setelah melaksanakan praMuswil pada 15 Mei 2024. Dilanjutkan dengan kegiatan Musyawarah Wilayah dalam rangka deklarasi dan pembentukan PGWI Dewan Pengurus Wilayah Purwakarta Raya.
Kegiatan diinisiasi oleh Sujana dan kawah-kawan, selaku pelaku pegiat alam bebas di Purwakarta. Melalui perintisan dan konsolidasi untuk menggairah geowisata di Purwakarta dan sekitarnya, khususnya di aktifitas kepemanduan geowisata.
Pelaksanaan musyawarah wilayah, dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Mei 2024. Bertempat di gedung aula Kelurahan Ciseureuh, Kota Purwakarta. Mulai pukul 19.00 wib hingga pkl. 21.00 wib.
Acara dihadiri dari perwakilan pegiat wisata, praktisi, akademisi, tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintahan daerah melalui Disporaparbud Kabupaten Purwakarta. Seluruh peserta berasal dari wilayah Purwakarta. Dalam pelaksanaan musyawarah, dilaksanakan pemilihan ketua terpilih Saujana. Kemudian membentuk susunan kepengurusan inti, Wakil Ketua Ismanto, Sekretaris Berty Yusmaniar, S.Pd. dan Bendahara Tuti Kurniasih S.I. Pust
https://bit.ly/syiarpgwi atau https://us06web.zoom.us/j/7820543621?pwd=Wb4a4vEWKjbadzEeCwQXpQacda06Yh.1
Apa itu geowisata? Seringkali menjadi pertanyaan tentang pariwisata yang berlandaskan dinamika bumi dan pengaruhnya (budaya) yang menempati di atasnya. Berkaitan dengan sejarah pembentukan, keunikan fitur bumi, peristiwa yang berlangsung hingga peradaban serta nilai-nilai yang terkandung bersamanya. Mari temui di kegiatan syiar geowisata melalui luring (zoom meeting), setiap Pkl. 14.00 sd. 15.30 WIB. Mengupas keunikan, daya tarik, profesi pemandu dan industri geowisata Indonesia. Disajikan melalui Pengurus Wilayah Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesai (PGWI).
Seiirng dengan kegiatna revalidasi UGGp Gunung Sewu, diantaranya perlu peningkatan SDM Pemandu geowisata di geosite yang berada di bawan naungan geopark. Bertempat di Golden View di Godean, Wonogiri, pemerintah daerah, melalui Dinas Pariwisata Pemudan, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Kabupaten Wonogiri, melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemandu Geowisata. Berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Oktober 2023. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 40 orang, dari unsur pengelola geosite, pemandu geowisata, pelaksana lapangan, mahasiswa, dan masyarakat umum.